dev.honet.web.id – Pernah dengan software virtualisasi proxmox? kami ingin sharing sedikit tentang pengertian proxmox, fungsi dari penggunaan proxmox, dan kelebihan yang ada pada virtualisasi proxmox. Kita akan kenalan dengan proxmox terlebih dahulu.
Sejarah Singkat Proxmox
Perusahaan Proxmox Server Solutions telah bediri dirikan pada tahun 2005. Pendirinya yaitu Martin Maurer dan Dietmar Maurer yang merilis Proxmox Mail Gateway, sebuah software keamanan untuk melindungi mail server dari spam, virus, trojan, dan serangan phishing.
Tiga tahun kemudian, pada bulan April 2008 perusahaan membuat platform virtualisasi yang open source alias gratis yaitu Proxmox Virtual Environment (VE). PVE atau Proxmox Virtual Environment yang merupakan solusi manajemen virtualisasi server lengkap yang menggabungkan virtualisasi container-based dan KVM hypervisor pada satu antarmuka manajemen sistem berbasis website.
Apa itu Promox Virtual Environment (PVE)?
Proxmox Virtual Environment (PVE) adalah Software virtualisasi open-source yang menawarkan kemampuan untuk mengelola virtualmachine dan container. Proxmox VE adalah salah satu distro Linux basis Debian yang difungsikan untuk virtualisasi.
PVE ini juga dikenal sebagai type hypervisor. Hypervisor ini merupakan software yang dapat melakukan manajemen virtual machine. Hypervisor dapat membuat virtual machine, melakukan konfigurasi virtual machine, menjalankan virtual machine dan juga mengelola virtual machine,
Dibuat berdasarkan kernel Linux dan QEMU/KVM, Proxmox VE menawarkan manajemen yang efisien, skalabilitas, dan penggunaan sumber daya yang efektif.
Proxmox VE memiliki user interface website yang memudahkan untuk pengelolaan virtualisasi, dan mendukung banyak fitur seperti high availability cluster, backup dan restore, clustering, manajemen container, virtual machine, storage, jaringan virtual, melalui user interface website dan dapat juga menggunakan command line.

Teknologi virtualisasi Yang Digunakan Proxmox VE
Proxmox VE merupakan platform virtualisasi open-source yang memiliki fungsi sebagai virtualisasi appliance maupun operating system. Berikut ini beberapa teknologi virtualisasi yang dapat digunakan pada Proxmox VE.
- KVM (Kernel-based Virtual Machine)
KVM (Kernel-based Virtual Machine) adalah teknologi virtualisasi yang terintegrasi dengan kernel Linux. Diperkenalkan pada tahun 2007, KVM menyediakan solusi full virtualization pada platform Linux.
KVM adalah modul kernel Linux yang memungkinkan server fisik berfungsi sebagai hypervisor. Dengan menggunakan KVM, server dapat menjalankan beberapa mesin virtual secara independen, masing-masing dengan sistem operasi yang berbeda.
Dengan demikian, KVM mendukung virtualisasi berbasis mesin (machine) dengan memberikan isolasi penuh antara mesin virtual yang berjalan pada server fisik.
Sebagai bagian integral dari kernel Linux, KVM memanfaatkan fitur dan kemampuan kernel untuk memberikan kinerja tinggi dan efisiensi dalam virtualisasi. Pengguna dapat dengan mudah mengelola dan mengontrol mesin virtual menggunakan alat manajemen yang sesuai, seperti yang disediakan oleh Proxmox Virtual Environment (Proxmox VE) dan platform virtualisasi lainnya yang mendukung KVM.
- Linux Container (LXC)
LXC, atau Linux Containers, sering disebut sebagai bentuk virtualisasi operating system (OS). Berbeda dengan virtualisasi tradisional, LXC menggunakan konsep kontainer untuk memberikan isolasi antara aplikasi atau layanan yang berjalan di dalamnya.
LXC memberikan tingkat efisiensi yang tinggi karena kontainer berbagi kernel dengan hostnya dan tidak memerlukan hypervisor terpisah. Ini membuatnya cepat dan meminimalkan overhead yang terkait dengan virtualisasi.
Kontainer dapat dianggap sebagai unit portabel yang berisi aplikasi beserta dependensinya, memungkinkan aplikasi untuk berjalan di lingkungan yang terisolasi.
Kecepatan akses yang tinggi adalah salah satu keunggulan utama LXC. Kontainer dapat dimulai dengan cepat dan memberikan respons yang instan, membuatnya ideal untuk implementasi yang memerlukan kinerja tinggi dan fleksibilitas.
LXC berkembang dengan cepat sebagai solusi virtualisasi yang populer, terutama dalam konteks aplikasi yang memerlukan efisiensi dan pengelolaan sumber daya yang baik.
Platforms seperti Proxmox VE juga mendukung penggunaan LXC bersama dengan teknologi virtualisasi lainnya seperti KVM, memberikan fleksibilitas kepada pengguna untuk memilih pendekatan yang sesuai dengan kebutuhan aplikasi dan beban kerja mereka.
- QEMU
Proxmox menggunakan teknologi virtualisasi QEMU yang digunakan untuk mesin virtual (VM). QEMU adalah emulator dan virtualizer open-source yang mendukung berbagai arsitektur dan dapat digunakan untuk menjalankan sistem operasi dan aplikasi di lingkungan virtual.
Proxmox VE menggunakan QEMU sebagai backend untuk virtualisasi berbasis mesin (KVM). KVM (Kernel-based Virtual Machine) memanfaatkan kemampuan virtualisasi yang terintegrasi dalam kernel Linux untuk memberikan performa tinggi dan isolasi penuh antara mesin virtual.
Dengan kata lain, Proxmox VE memanfaatkan modul KVM dalam kernel Linux dan berinteraksi dengan QEMU untuk menyediakan lingkungan virtual yang aman dan efisien.
Kenapa Harus Menggunakan Proxmox?
Proxmox digunakan untuk virtualisasi, dimana kita dapat menjalankan service atau sistem operasi lainnya yang bisa kita jalankan di dalam proxmox ini.
Proxmox merupakan salah satu alternatif selain VMware, sangat cocok untuk development ataupun production. Bagi para Sysadmin yang ingin melakukan development atau membangun lab sendiri namun terkendala dalam hal lisensi, proxmox merupakan salah satu solusi atau alternatif.
Selain Open source alias free, fitur yang ditawarkan juga tidak kalah dari dari software virtualisasi berbayar lainnya.
Keunggulan Menggunakan Proxmox
Proxmox Virtual Environment (Proxmox VE) adalah platform virtualisasi dan manajemen server open-source yang menyediakan sejumlah keuntungan atau keunggulan bagi pengguna dan organisasi. Berikut ini adalah beberapa keuntungan menggunakan Proxmox VE:
Integrasi KVM dan LXC
Proxmox VE mendukung dua teknologi virtualisasi utama, yaitu KVM (Kernel-based Virtual Machine) dan LXC (Linux Containers). Keuntungan ini memberikan fleksibilitas kepada pengguna untuk memilih pendekatan virtualisasi yang paling sesuai dengan kebutuhan aplikasi dan beban kerja.
Gratis dan Open-Source
Proxmox VE adalah perangkat lunak open-source yang gratis untuk digunakan oleh siapa saja. Ini memberikan fleksibilitas dan kontrol penuh kepada pengguna untuk mengelola infrastruktur virtual tanpa biaya lisensi.
Dengan menggunakan proxmox bisa menjadi solusi untuk kita untuk membangun home lab ataupun cluster development, atau mungkin digunakan sebagai production.
Backup dan Restore yang Mudah
Proxmox VE menyediakan fitur backup dan restore yang mudah digunakan. Ini memungkinkan pengguna untuk membuat backup dari mesin virtual dan container mereka dengan mudah, dan me-restore dalam waktu yang singkat jika diperlukan.
Mendukung KVM dan LXC
Proxmox VE mendukung KVM untuk dapat menjadi modul tambahan pada kernel Linux untuk menjalankan full virtualization. Proxmox VE juga menyediakan virtualisasi yang stabil pada KVM. Sebab, virtual machine dalam KVM tidak bergantung pada host operating system.
Selain itu, proxmox juga mendukung LXC merupakan virtualisasi terbaru yang lebih efisien. LXC digunakan Jika pada virtualisasi biasa suatu host bisa dipakai maksimal 100 VM, maka dengan menggunakan LXC host tersebut dapat digunakan hingga 100 VM tanpa mengorbankan kinerja.
Tampilan grafis
Proxmox VE mendukung tampilan graphical user interface (GUI) yang memudahkan kamu dalam melakukan manajemen virtual machine yang ada di proxmox. Sebagian besar task dapat dijalankan melalui GUI, meskipun tetap ada hal-hal yang hanya dapat dijalankan melalui command line.
Integrasi dengan VNC Viewer
Proxmox VE menyediakan integrasi dengan VNC Viewer, yang memungkinkan pengguna untuk mengakses dan mengelola mesin virtual dengan antarmuka grafis (GUI).
Dengan fitur ini, kamu dapat melakukan virtualisasi untuk sistem operasi yang memiliki antarmuka pengguna berbasis GUI, seperti Windows atau lingkungan desktop X Window pada Linux.
Mudah dalam Instalasi dan Konfigurasi
Proxmox VE dirancang dengan antarmuka pengguna yang intuitif, menyederhanakan proses instalasi dan konfigurasi. Ini memungkinkan bahkan pengguna dengan tingkat keterampilan yang lebih rendah untuk dengan mudah mengelola infrastruktur virtual mereka.
Dukungan untuk Berbagai Format Hard Disk Virtual
Proxmox mendukung berbagai format hard disk virtual, memberikan fleksibilitas dalam hal penyimpanan dan migrasi mesin virtual antar platform.
Auto Backup dengan Schedule yang Ditentukan
Proxmox VE menyediakan fitur pencadangan otomatis dengan jadwal yang dapat ditentukan oleh pengguna. Cadangan dapat disimpan baik ke penyimpanan internal maupun eksternal, memastikan keamanan data yang konsisten.
Cluster dan High Availability Server
Proxmox VE mendukung implementasi klaster dan server ketersediaan tinggi (High Availability). Ini memungkinkan pengguna untuk meningkatkan keandalan dan ketersediaan layanan dengan menggabungkan beberapa node Proxmox VE.
Dukungan untuk Banyak Model Storage
Proxmox VE mendukung berbagai model penyimpanan, termasuk LVM (Logical Volume Manager), iSCSI, Local Directory, dan NFS (Network File System). Ini memungkinkan pengguna untuk memilih penyimpanan yang paling sesuai dengan kebutuhan mereka.
Live Migration
Proxmox VE mendukung live migration, yang memungkinkan pengguna untuk memindahkan mesin virtual dari satu node ke node lainnya tanpa memengaruhi ketersediaan layanan. Ini berguna untuk pemeliharaan server atau redistribusi beban kerja.
Dengan keunggulan-keunggulan ini, Proxmox VE menjadi solusi yang kuat dan komprehensif untuk virtualisasi dan manajemen server, cocok untuk berbagai kebutuhan dan skenario penggunaan.
Demikian sharing artikel tentang pengertian proxmox, fungsi dan keunggulan pada proxmox, silakan gunakan kolom komentar dibawah ini untuk berdiskusi.


